Kental vs Encer

Beda jamannya, beda juga teknologinya.

Pada jaman sebelumnya, sebelum era 90an, banyak orang beranggapan pelumas yang baik adalah pelumas yang kental. Seringkali orang memeriksa pelumas dengan mencelupkan tangannya, dan merasakan 'ketebalan' dari pelumas tersebut. Pelumas yang kental dianggap menjadi solusi dari mesin yang bersuara berisik. Juga pelumas yang kental dianggap lebih tahan lama.

Lain dulu lain sekarang. Jenis mesin2 produksi di era 90an sudah mulai mengadopsi sistem yang semakin canggih, mulai dari jaman DOHC (Double Overhead Cam), Twin-cam, sampai mesin sekarang yang rata2 sudah memiliki pengaturan katup/valve otomatis, spt Vtec,VVTi, dll. Mesin-mesin ini dibuat dengan presisi yang tinggi dengan celah kerapatan antara komponen yang sangat minim. Apa yang terjadi dengan penggunaan pelumas kental? Pelumas tidak dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga komponen2 tidak terlumasi dan menyebabkan logam2 komponen bersentuhan langsung. Akibatnya paling parah adalah keausan komponen, dan menimbulkan panas tinggi yang bisa berdampak pada kerusakan yang lebih besar.

Pelumas generasi sekarang jauh lebih canggih dari sebelumnya. Dengan berkembangnya teknologi additif memungkinkan pelumas berwujud encer pada waktu dingin, dan berubah mengental mengikuti peningkatan suhu mesin. Manufaktur mesin-mesin sekarang menganjurkan untuk menggunakan pelumas sesuai spesifikasi kebutuhan mesin yang ada.

Jadi jangan heran kalo mesin2 sekarang membutuhkan oli dengan spesifikasi 5w-40, atau 10w-40. Supaya mesin tidak kena 'stroke', jangan segan untuk membaca buku manual pemeliharaan kendaraan supaya tidak salah pilih.